" Hidupku adalah pilihanku"
bahagia karena orang lain bahagia
(Source: karizunique, via titiwijati)
The times when Dua’s are most accepted during Ramadan are:
- The third portion of the night shortly before sehri ends.
- Whilst fasting.
- Between Asr & Maghrib.
- Just before fast opens.
- On Jumma before & after khutba.
- Between Adhan & Iqamah.
- Whilst raining.
- After Qur’an recitation.
- The Night of Qadr
(Source: alongthepathtopeace, via islamicthinking)
Beautiful dua for the beginning of Ramadan. #islam (Taken with Instagram)
(Source: reachyourdreamsandflyy, via mutiaraqaseh-shinju)
(Source: invisible, via titiwijati)
(Source: getoutofmyworrld, via islamicthinking)
Andai semua mahasiswa tahu bahwa predikat tersebut tidak sembarangan orang yang bisa memilikinya di negeri ini. di negeri yang masih rendah akan kesadaran bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap warganya, di negeri yang masih tingginya korupsi yang menggugurkan harapan beberapa orang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Ah, masih jauh rasanya…menanamkan melek ilmu dan pendidikan.”
Tapi sahabatku, itu adalah pandangan orang pesimis yang memandang sebelah mata. Satu hal yang benar dari pernyataan diatas adalah bahwa kita harus bersyukur karena diberikan kesempatan untuk menyandang predikat ini. Menjadi seorang MAHASISWA. Lantas siapakah kita? untuk apa kita ada?
Mahasiswa adalah agen perubahan, mahasiswa adalah penggerak, mahasiswa adalah manusia yang diberi ilmu sehingga baik dari sikap, tutur kata dan tindakan mampu menjawab tantangan global serta menciptakan lahan kerja yang dapat meningkatkan pendapatan per-kapita seta hingga hasil akhirnya adalah mampu memutus mata rantai kemiskinan yaitu faktor ekonomi.
Itulah harapan mentri pendidikan kepada semua mahasiswa ketika kita telah mendapatkan gelar atas ilmu yang kita dapat selama pendidikan. Tapi sahabat, tahukah? Sebenarnya ada banyak cara seorang mahasiswa dapat mewujudkan hal itu, bukan nanti..tapi sekarang…yaitu dengan wadah yang bernama organisasi mahasiswa atau Lembaga Dakwah Kampus. jadi salah bila mahasiswa hanya dapat berkarya setelah dia mendapat gelar, justru dengan semangat pemuda-lah mahasiswa mampu mengubah dunia dan tentu dapat mengubah indonesia.
Lelah? pasti ada, tapi disitulah indahnya ketika kita dapat membuat oranglain tersenyum dengan ilmu yang kita punya…
—
Unknown (via islamicthinking)Pertama mengenal dosen mata kuliah Askeb ini adalah rasa kesal, disaat semua orang sudah tenang dengan responsif ANC dan sudah dinyatakan lulus oleh dosen pembimbing lain, kami harus bolak-balik kampus untuk mengatur jadwal responsif dengan beliau dan baru di awal semester kami responsif ulang…kesal iya, disaat semua orang liburan kami harus membuka handout dan membaca ulang mata kuliah tersebut. dan satu hal yang masih saya ingat beliau berkata bahwa bukan niat beliau untuk mengulur waktu, tapi memang sulit bagi beliau untuk meluangkan waktu. selain itu beliau bilang jika beliau meluluskan kami dengan mudah mungkin sekarang kami tidak akan membaca ulang mengenai mata kuliah tersebut,dan mungkin kami melupakan ilmunya karena terlena dengan liburan…subhanallah itulah beliau yang memiliki ciri khas cara mengajar dan mendidik muridnya. seorang pengajar yang memiliki idealisme dan pandangan berbeda dengan pengajar lain. Dan kenapa beliau melakukan hal itu adalah untuk membuat murid-muridnya lebih baik dari dirinya…
Berbeda dengan dosen yang satunya, yang paling berkesan adalah saat mentoring dengan beliau yang sabar…dari menghadapi mentee.nya yang tidak datang mentoring, telat, dan bahkan mengantuk namun beliau tidak lelah menyampaikan ilmu dan menawarkan indahnya berdakwah…
Semoga beliau berdua di mudahkan dalam menuntut ilmu dan dalam segala urusan yang beliau lakukan. Do’a kami ada untuk beliau-beliau yang senantiasa memberi kejutan dalam setiap jam mata kuliah dengannya, semoga sukses Ibu Risna Dewi Y dan Ibu Ina H..
“No leaf ever falls but that He knows about it…” (Surah Al-An’aam Verse 59)